Senin, Maret 12, 2012

Room Alone



Malam ini gelap banget. Termasuk kamar gue yang cuma diterangi oleh cahaya dari laptop gue.

Gelap. Semuanya gelap termasuk diri gue sendiri. Ga ada cahaya sedikit pun yang keluar dari diri gue sendiri. Biasanya malem – malem gue suka menggila entah itu ngelucu di dunia maya, ato sekedar becanda dengan ade gue, ato bahkan ngemil 2 potong ayam dan 1 piring nasi pada jam 9 malem.
Hari ini enggak. Jam menunjukkan pukul 20:07 dan kamar gue mulai gelap. Termasuk gue yang ikut gelap. Maen laptop bosen, harusnya gue ngemil tapi ga laper, dan ade gue udah tidur. Akhirnya gue memutuskan untuk iseng – iseng buka twitter sambil dengerin musik yang gue shuffle.
Akhirnya di satu sesi, ada temen gue yang ngajak smsan. FYI, ini adalah temen yang udah gue suka selama 2 tahun terakhir. Dia cerita tentang ibunda dari temannya yang baru saja meninggal. Kebetulan dia juga suka temennya yang ibunya meninggal tersebut.

Sekarang, hari gue yang tadinya gue kira bakal cerah dengan smsan sama “temen” gue, malah bikin dunia gue tambah gelap.
Ini yang ngeselin. Gimana rasanya kalo lu suka sama orang, tapi orang itu malah curhat ke lu tentang orang yang dia suka? Kata – kata F*ck past ga bisa ditinggalkan oleh kaum – kaum malang tersebut. Dan yang pasti, apa yang ada di pikiran semua cowo beda dengan apa yang dilakukan.
Contoh (diambil dari kisah smsan gue):

INBOX   : Jadi gimana yang bal? Gue suka sama dia tapi dia ga ada feel ke gue.
DRAFT   : Mampus lo. Ini nih karma. Selama 2 tahun lo kayak gitu ke gue. Ini nih. Sakit kan? Rasain lo.
SENT      : Yaudah, lo tetep kejar aja. Someday, pasti harapan muncul kok.

#truestory

Gue masih ga abis pikir, cewe kalo belanja ga make hati nawar seenaknya. Mereka juga kalo minta perhatian dari cowo juga ga make hati minta seenaknya. Tapi mereka ber-quotes bahwa cewe melakukan sesuatu itu pake hati sementara kalo cowo pake logika. Entah ini feeling gue doang apa yang laen juga merasakan kalo quotes ini ambigu.

Gue pernah mengalami satu kejadian dimana gue suka sama cewe, dan si cewe itu juga memberi sebuah harapan balik ke gue. Di satu sesi, kita chatting dan hasilnya kayak gini:







Pada beberapa bulan kemudian, feeling itu berubah dan dia punya cowo laen.

Malam yang kelam ini diteruskan dan gue tetep smsan sama “temen” gue ini. Ketika sesi smsan gue selesai, iPod gue memutar lagu Ne-Yo – So sick yang pas banget buat gue. Akhirnya sambil beranjak ke kasur, lagu itu gue putar berulang kali.
Yes, I’m very sick of Love.

Kamis, Januari 05, 2012

About Principle



You never walk alone. I’m always by your side.
Kata – kata indah nan unyu itu dikeluarkan oleh temen gue yang bernama Dina. 1 hal yang pasti, Dina tidak pernah mengingkari kata – katanya itu. Dia membuat dirinya selalu ada buat gue dimanapun dan kapanpun.
Dina mempunyai prinsip seperti itu. Dan dia mencoba selalu ada buat temannya. Begitu pula kepada orang yang ia suka. Dan itulah… Dia terjebak oleh prinsipnya sendiri.

Dina suka seorang cowo bernama Kenneth. Sudah berbulan – bulan dia mengagumi cowo tersebut dan kebetulan, cowo tersebut menganggap Dina sebagai teman curhat yang baik.
Suatu saat, cowo tersebut bertanya kepada Dina bagaimana caranya ngedate pertama yang baik. Dina emang tahu bagaimana caranya menjaga dan membuat image yang bagus ketika dating. Oleh karena itu, Kenneth meminta bantuan Dina.
Hati Dina tertusuk – tusuk. Selama berbulan – bulan dia mengejar cowo idamannya itu. Tetapi cowo itu sudah punya seseorang yang ia suka pula. Dan Kenneth ini bercerita segalanya kepada Dina. Orang yang menyukainya dan menyayanginya.
Kenneth menganggap Dina hanya sebagai teman dekat yang menjadi tempat curhatnya. Tetapi hati Dina menolak akan kenyataan tersebut. Dina ingin menjadi lebih dari teman dengan Kenneth. Dia ingin mendapatkan suatu tempat berharga di sisinya.
Dina terjebak dalam prinsipnya sebagai teman yang selalu ada buat Kenneth. Dan karena prinsip itu, Kenneth terus bercerita tentang seseorang yang ia suka kepada Dina. Jika ia tidak membantu Kenneth, prinsip itu telah dilanggar dan ia akan kehilangan image baik di mata Kenneth. Sementara jika ia terus membantu Kenneth dan menuruti prinsipnya, ia akan tersiksa oleh Kenneth dan curhatannya.

Dan apa yang dirasakan oleh Dina dirasakan juga oleh gue.

Gue suka seorang cewe. Selama 2 tahun terakhir ini gue berharap kita berdua bisa melewati batas ‘teman’ dan batas ‘sahabat’. Sejak dulu, gue berharap dia bisa menjadi pacar gue. Orang yang dapat menemani gue disaat gue kesepian dan tak ada satupun yang bisa gue cintai kecuali Tuhan dan Orang Tua gue.
Tapi bukan berarti gue hanya berharap tanpa ada usaha. Gue berusaha menjadi teman yang lebih dari teman buat dia. Gue berusaha memenuhi prinsip gue bahwa gue bakal ada untuk dia selama gue masih menghembuskan nafas dan menikmati dunia ini.

Sekitar bulan Desember 2009, tepat 2 tahun lalu, gue mengenal dia dan berusaha mengenal dia lebih dalam… Dalam… Dalam… Dalam sekali sampai di lubuk hatinya yang terdalam. Gue menaruh sebuah harapan manis kepadanya. Harapan yang sampai gue mengetik tulisan ini masih berlaku dan tak kenal usai.
Dan inilah yang terjadi. Dia cerita banyak tentang semuanya. Tentang orang yang ia suka, bahkan tentang pacarnya yang saat itu menjadi kekasihnya. Dia cerita ke gue sebagai temannya. Hanya teman. Gue mempersilahkan dia bercerita tentang apapun ke gue tanpa ragu karena gue sebagai cowo yang memegang prinsip itu.
Gue yang menyukai, menyayangi, bahkan mencintai dia setengah mampus harus menerima kenyataan bahwa dia suka seseorang dan itu bukan gue.
Melihat kenyataan itu, gue hanya bisa bersabar. Seorang manusia pandai menyembunyikan perasaan. Dari lubuk hatinya yang terdalam mungkin dia sakit, tapi secara fisik dia terlihat bahagia untuk menutupi kesedihannya tersebut.

Mau apa lagi? Gue ga bisa memaksakan dirinya menjadi pacar gue. Itu adalah haknya dia untuk memilih. Di saat itu gue hanya bisa pasrah dan biarkan dia bercerita. Membiarkan hati gue dikoyak – koyak dengan cara dia bercerita tentang pria idamannya.
Sampai saat ini, gue masih menjalankan prinsip itu. Kenapa? Karena gue menyayangi dan mencintainya setengah mampus.

In love, sacrifice must be made. Without sacrifice, love will not be a true love.

Minggu, Januari 01, 2012

Postingan Awal Tahun



Okay guys, ini adalah tanggal 1 Januari 2012. Awal tahun.
Banyak orang mengucapkan harapan untuk masa yang akan datang. A lot of wishes. Sebenernya kalo diitung – itung, harapan tiap orang itu banyak banget. Daripada pusing nulis begitu banyak harapan buat masa depan, mending kita tulis “Hope all of our wishes and our dreams come true.”

Menurut pemikiran gue, di awal tahun baru gini hp pasti penuh dengan sms “Happy new year”. Ato mungkin ga cuma di sms, tapi di facebook atau twitter.
Contohnya gue yang nyebarin lewat twitter ke temen – temen gue.

That’s all. Let’s start a great beginning in this 2012.
Hope all of our wishes and dreams come true.