Kamis, Januari 05, 2012

About Principle



You never walk alone. I’m always by your side.
Kata – kata indah nan unyu itu dikeluarkan oleh temen gue yang bernama Dina. 1 hal yang pasti, Dina tidak pernah mengingkari kata – katanya itu. Dia membuat dirinya selalu ada buat gue dimanapun dan kapanpun.
Dina mempunyai prinsip seperti itu. Dan dia mencoba selalu ada buat temannya. Begitu pula kepada orang yang ia suka. Dan itulah… Dia terjebak oleh prinsipnya sendiri.

Dina suka seorang cowo bernama Kenneth. Sudah berbulan – bulan dia mengagumi cowo tersebut dan kebetulan, cowo tersebut menganggap Dina sebagai teman curhat yang baik.
Suatu saat, cowo tersebut bertanya kepada Dina bagaimana caranya ngedate pertama yang baik. Dina emang tahu bagaimana caranya menjaga dan membuat image yang bagus ketika dating. Oleh karena itu, Kenneth meminta bantuan Dina.
Hati Dina tertusuk – tusuk. Selama berbulan – bulan dia mengejar cowo idamannya itu. Tetapi cowo itu sudah punya seseorang yang ia suka pula. Dan Kenneth ini bercerita segalanya kepada Dina. Orang yang menyukainya dan menyayanginya.
Kenneth menganggap Dina hanya sebagai teman dekat yang menjadi tempat curhatnya. Tetapi hati Dina menolak akan kenyataan tersebut. Dina ingin menjadi lebih dari teman dengan Kenneth. Dia ingin mendapatkan suatu tempat berharga di sisinya.
Dina terjebak dalam prinsipnya sebagai teman yang selalu ada buat Kenneth. Dan karena prinsip itu, Kenneth terus bercerita tentang seseorang yang ia suka kepada Dina. Jika ia tidak membantu Kenneth, prinsip itu telah dilanggar dan ia akan kehilangan image baik di mata Kenneth. Sementara jika ia terus membantu Kenneth dan menuruti prinsipnya, ia akan tersiksa oleh Kenneth dan curhatannya.

Dan apa yang dirasakan oleh Dina dirasakan juga oleh gue.

Gue suka seorang cewe. Selama 2 tahun terakhir ini gue berharap kita berdua bisa melewati batas ‘teman’ dan batas ‘sahabat’. Sejak dulu, gue berharap dia bisa menjadi pacar gue. Orang yang dapat menemani gue disaat gue kesepian dan tak ada satupun yang bisa gue cintai kecuali Tuhan dan Orang Tua gue.
Tapi bukan berarti gue hanya berharap tanpa ada usaha. Gue berusaha menjadi teman yang lebih dari teman buat dia. Gue berusaha memenuhi prinsip gue bahwa gue bakal ada untuk dia selama gue masih menghembuskan nafas dan menikmati dunia ini.

Sekitar bulan Desember 2009, tepat 2 tahun lalu, gue mengenal dia dan berusaha mengenal dia lebih dalam… Dalam… Dalam… Dalam sekali sampai di lubuk hatinya yang terdalam. Gue menaruh sebuah harapan manis kepadanya. Harapan yang sampai gue mengetik tulisan ini masih berlaku dan tak kenal usai.
Dan inilah yang terjadi. Dia cerita banyak tentang semuanya. Tentang orang yang ia suka, bahkan tentang pacarnya yang saat itu menjadi kekasihnya. Dia cerita ke gue sebagai temannya. Hanya teman. Gue mempersilahkan dia bercerita tentang apapun ke gue tanpa ragu karena gue sebagai cowo yang memegang prinsip itu.
Gue yang menyukai, menyayangi, bahkan mencintai dia setengah mampus harus menerima kenyataan bahwa dia suka seseorang dan itu bukan gue.
Melihat kenyataan itu, gue hanya bisa bersabar. Seorang manusia pandai menyembunyikan perasaan. Dari lubuk hatinya yang terdalam mungkin dia sakit, tapi secara fisik dia terlihat bahagia untuk menutupi kesedihannya tersebut.

Mau apa lagi? Gue ga bisa memaksakan dirinya menjadi pacar gue. Itu adalah haknya dia untuk memilih. Di saat itu gue hanya bisa pasrah dan biarkan dia bercerita. Membiarkan hati gue dikoyak – koyak dengan cara dia bercerita tentang pria idamannya.
Sampai saat ini, gue masih menjalankan prinsip itu. Kenapa? Karena gue menyayangi dan mencintainya setengah mampus.

In love, sacrifice must be made. Without sacrifice, love will not be a true love.

Minggu, Januari 01, 2012

Postingan Awal Tahun



Okay guys, ini adalah tanggal 1 Januari 2012. Awal tahun.
Banyak orang mengucapkan harapan untuk masa yang akan datang. A lot of wishes. Sebenernya kalo diitung – itung, harapan tiap orang itu banyak banget. Daripada pusing nulis begitu banyak harapan buat masa depan, mending kita tulis “Hope all of our wishes and our dreams come true.”

Menurut pemikiran gue, di awal tahun baru gini hp pasti penuh dengan sms “Happy new year”. Ato mungkin ga cuma di sms, tapi di facebook atau twitter.
Contohnya gue yang nyebarin lewat twitter ke temen – temen gue.

That’s all. Let’s start a great beginning in this 2012.
Hope all of our wishes and dreams come true.

Jumat, Desember 30, 2011

Foto itu...



Di satu hari, gue sedang beres – beres kamar dan gue menemukan sebuah foto. Foto pas gue masih kecil dan lucu (gue pas kecil lucu banget loh, pas udah gede gue kayak babon yang mukanya abis diseruduk kambing) yang berumur 3-5 tahunan sedang berdiri di deket kasur sebuah hotel.
First thing sebagai anak yang selalu mengingat masa lalu, gue pasti ngerasa kangen masa lalu. Lalu biasanya diikuti dengan bengong dan membayangi kenangan – kenangan indah dalam hidup yang pernah gue alami.

Gue mengingat kejadian – kejadian masa kecil dahulu. Duduk di stasiun Cawang dengan bokap hampir setiap jam 10 malam dengan tujuan ngeliatin kereta lewat, pergi ke Bromo dan Jogja dengan kereta, bercita – cita jadi masinis kereta (karena gue hampir tiap hari liat kereta), ngedengerin lagu tasya tiap kali gue mau tidur, ngeliatin tante gue maen Mortal Combat setiap kali dia ngejaga gue pas kecil (tante gue itu macho banget), dan lain sebagainya.

Mengingat masa lalu itu indahnya make banget, bikin kangen, bikin sedih tetapi kadang kita bisa mempelajari banyak hal dan masa lalu itu.
Dan inilah gue. Manusia gila berumur 16 tahun yang kerjaannya makan ikan balita dan ayam goreng dan kadang sok pinter. Mem-flashback ingatan gue tadi, gue menyadari bahwa gue berubah. Berubah banget.
Perjalanan hidup gue sudah 16 tahun. Banyak banget kenangan dan kejadian yang telah gue alami. Mungkin jalan tol Jagorawi ga cukup buat nampung kenangan – kenangan manis itu.

All my life changing everyday in every possible way. (The Cranberries – Dreams)

Dan inilah kenapa gue sering posting tentang masa lalu. Karena mereka begitu indah. Dulu kita mempunyai mimpi. Mimpi yang hanya sebatas untuk dibayangkan tanpa usaha untuk meraihnya. Sekarang tugas kita adalah mewujudkan setiap mimpi – mimpi indah yang masih mungkin kita gapai.

Gue sudah besar. Gue harus bisa berpikir dewasa. Gue harus berubah. Gue harus menjadi yang lebih baik daripada gue yang dulu. Dan inilah gue, manusia yang sedang berusaha mewujudkan setiap mimpinya.

You may say I’m a dreamer. But I’m not the only one. (John Lennon – Imagine)