Minggu, Januari 01, 2012

Postingan Awal Tahun



Okay guys, ini adalah tanggal 1 Januari 2012. Awal tahun.
Banyak orang mengucapkan harapan untuk masa yang akan datang. A lot of wishes. Sebenernya kalo diitung – itung, harapan tiap orang itu banyak banget. Daripada pusing nulis begitu banyak harapan buat masa depan, mending kita tulis “Hope all of our wishes and our dreams come true.”

Menurut pemikiran gue, di awal tahun baru gini hp pasti penuh dengan sms “Happy new year”. Ato mungkin ga cuma di sms, tapi di facebook atau twitter.
Contohnya gue yang nyebarin lewat twitter ke temen – temen gue.

That’s all. Let’s start a great beginning in this 2012.
Hope all of our wishes and dreams come true.

Jumat, Desember 30, 2011

Foto itu...



Di satu hari, gue sedang beres – beres kamar dan gue menemukan sebuah foto. Foto pas gue masih kecil dan lucu (gue pas kecil lucu banget loh, pas udah gede gue kayak babon yang mukanya abis diseruduk kambing) yang berumur 3-5 tahunan sedang berdiri di deket kasur sebuah hotel.
First thing sebagai anak yang selalu mengingat masa lalu, gue pasti ngerasa kangen masa lalu. Lalu biasanya diikuti dengan bengong dan membayangi kenangan – kenangan indah dalam hidup yang pernah gue alami.

Gue mengingat kejadian – kejadian masa kecil dahulu. Duduk di stasiun Cawang dengan bokap hampir setiap jam 10 malam dengan tujuan ngeliatin kereta lewat, pergi ke Bromo dan Jogja dengan kereta, bercita – cita jadi masinis kereta (karena gue hampir tiap hari liat kereta), ngedengerin lagu tasya tiap kali gue mau tidur, ngeliatin tante gue maen Mortal Combat setiap kali dia ngejaga gue pas kecil (tante gue itu macho banget), dan lain sebagainya.

Mengingat masa lalu itu indahnya make banget, bikin kangen, bikin sedih tetapi kadang kita bisa mempelajari banyak hal dan masa lalu itu.
Dan inilah gue. Manusia gila berumur 16 tahun yang kerjaannya makan ikan balita dan ayam goreng dan kadang sok pinter. Mem-flashback ingatan gue tadi, gue menyadari bahwa gue berubah. Berubah banget.
Perjalanan hidup gue sudah 16 tahun. Banyak banget kenangan dan kejadian yang telah gue alami. Mungkin jalan tol Jagorawi ga cukup buat nampung kenangan – kenangan manis itu.

All my life changing everyday in every possible way. (The Cranberries – Dreams)

Dan inilah kenapa gue sering posting tentang masa lalu. Karena mereka begitu indah. Dulu kita mempunyai mimpi. Mimpi yang hanya sebatas untuk dibayangkan tanpa usaha untuk meraihnya. Sekarang tugas kita adalah mewujudkan setiap mimpi – mimpi indah yang masih mungkin kita gapai.

Gue sudah besar. Gue harus bisa berpikir dewasa. Gue harus berubah. Gue harus menjadi yang lebih baik daripada gue yang dulu. Dan inilah gue, manusia yang sedang berusaha mewujudkan setiap mimpinya.

You may say I’m a dreamer. But I’m not the only one. (John Lennon – Imagine)

I'm On My Way

Just take a look through my eyes.
There's a better place somewhere out there.
Just take a look through my eyes.
 Everything changes, you'll be amazed what you'll find…if you look through my eyes…

Lagu Phil Collins – Take a look through my eyes masih mengalun di telinga gue. Gue sedang duduk di kereta dengan 2 temen gue. Kita lagi on the way pulang dari Jakarta setelah seharian maen bareng temen – temen gue.

Dari hari itu, gue bingung mau ambil kenangan apa karena sepanjang perjalanan, gue ditelantarkan sendirian. Tetapi hukum alam mengatakan bahwa di suatu kejadian, pasti ada hikmah yang dapat kita ambil.
Di trip ini ada 3 couple pacaran, 2 couple of friends, dan 1 anak terpuruk. Dan anak terpuruk itu adalah gue.
Selama di perjalanan gue cuma bisa diem, salah tingkah, dan satu yang pasti, galau. Entah kenapa di perajalanan ini gue males banget buat ngomong. Lagu di hp gue menjadi temen paling deket selama perjalanan ini.

Kisah ini dimulai di pagi hari. Gue sebenernya ga telat bangun dan ga telat berangkat. Cuma karena bis yang gue tumpangi ngetem lama banget dan di daerah Sempur macetnya banget. Akhirnya dari Sempur ke Stasiun Bogor gue jalan.
Di stasiun gue kalang kabut. Bukan karena gue gapunya uang, dan bukan karena gue gapernah naek kereta. Tapi karena gue ngaret dan kereta berangkat bentar lagi. Akhirnya setelah gue nyari temen – temen gue, kita berangkat.
Kita turun di Stasiun Djuanda karena ini bukan kereta express dan saat itu commuter line belom ada. Dari Djuanda kita jalan kaki menuju Monas.

Seperti yang tadi gue bilang, gue cuma diem dan salah tingkah. Kadang rasa males menyambut begitu saja mengingat kita sampe Monas jam 12an dan saat itu Monas penuh dan sumpek.
Setelah keliling – keliling ga jelas di monas, kita shalat dulu di Istiqlal dan pergi ke 7 eleven di deket GI (jauh banget emang). After that, go home.

Kita pergi ke stasiun kota di ujung jakarta dan naek kereta dari situ. Gue, Marini, dan Dyah naek kereta express. Vivi, Azmi, Lusi, Zehan dan lainnya naek kereta ekonomi. Ihsan dan Husna udah duluan karena keperluan Husna.

Dan itulah, selama perjalanan pulang gue ditemani lagu – lagu Phil Collins karena gue suka dia sejak TK. Gue bercerita ke Dyah dan Marini tentang hari ini. Paling tidak, gue ada temen buat cerita di hari itu. Galau dan bingung adalah apa yang ada di pikiran gue sejak di monas karena gue ada tugas membuat sebuah bagan yang di-frame dan gue baru melakukan itu tadi pagi sebelom pergi.

Akhirnya gue sampe rumah sekitar jam 8an. Gue langsung ngerjain tugas gue dan beres – beres. Selesailah hari ini.

Tell everybody I’m on my way
And I’m loving every step I take
With the sun beating down, yes I’m on my way
And I can’t keep this smile off my face.

(On my way - Phil Collins)